Perbedaan Pembelajaran Berbasis Permainan dan Gamifikasi

Perbedaan Pembelajaran Berbasis Permainan dan Gamifikasi – Kami yakin sebagian besar profesional pengajaran sekolah dasar telah memasukkan pembelajaran berbasis permainan (GBL) ke dalam kurikulum mereka, setidaknya sekali. Gamifikasi dan pembelajaran berbasis permainan, kedua istilah tersebut telah menjadi kata kunci di sektor pendidikan. Akibatnya, beberapa kesalahpahaman umum masih terjadi mengenai apa sebenarnya keduanya.

Masing-masing ide dapat memberikan kelas Anda pengalaman yang bermanfaat. Namun, perbedaan tersebut menyebabkan varians yang lebih besar dalam hasil pengetahuan saat membandingkan pembelajaran berbasis permainan vs. gamifikasi. Jadi, apa bedanya? https://pafikebasen.org/

Perbedaan Pembelajaran Berbasis Permainan dan Gamifikasi
Happy group of kids playing in class

Pembelajaran Berbasis Permainan (GBL)

Pembelajaran berbasis permainan adalah pelatihan yang menggabungkan berbagai dasar permainan untuk mengajarkan keahlian tertentu atau mencapai hasil pembelajaran tertentu. GBL mengambil konten dan tujuan inti Anda dan membuatnya menghibur bagi pelajar Anda. Karl Kapp, penulis ‘The Gamification of Learning and Instruction’, mengatakan –

“Jika Anda benar-benar mendalaminya, tujuan keduanya relatif sama. Permainan serius dan gamifikasi sama-sama mencoba memecahkan masalah, memotivasi, dan mendorong pembelajaran menggunakan pemikiran dan teknik berbasis permainan.”

GBL memberikan pengalaman belajar unik yang memberikan peserta didik tujuan yang jelas sekaligus menantang dalam kerangka permainan virtual. Pengalaman tersebut membutuhkan interaksi pelajar tingkat tinggi dan menawarkan umpan balik edukatif tentang kinerja siswa. Sebagai guru, Anda akan memiliki permainan yang memungkinkan siswa mengasah bantuan mereka dalam berbagai topik yang membutuhkan pemecahan masalah, praktik langsung, dan pemikiran kritis. Ini telah dianggap sebagai cara yang efektif untuk memunculkan penyimpangan perilaku. Selain itu, penting untuk diingat bahwa permainan tidak hanya menampilkan game komputer atau video. GBL memajukan tingkat retensi dan mengingat dan lebih sesuai untuk mengajarkan ide-ide yang kompleks.

Perbedaan Pembelajaran Berbasis Permainan dan Gamifikasi

Gamifikasi

Gamifikasi mengubah seluruh pengembangan pembelajaran menjadi permainan. Gamifikasi mencakup mekanisme permainan ke situasi non-permainan dan mendorong konsekuensi pembelajaran yang diantisipasi. Gamifikasi telah berkembang pesat sejak awal. Di ruang kelas dunia saat ini, gamifikasi telah disatukan dengan lebih autentik. Definisi gamifikasi adalah penerapan mekanisme mirip permainan pada entitas nonpermainan untuk mendorong perilaku tertentu.

Penting untuk dipahami bahwa gamifikasi bukanlah pembelajaran berbasis permainan, juga tidak melibatkan pelajar yang bermain permainan dengan mainan atau menggunakan perangkat elektronik. Gamifikasi juga tidak mengharuskan Anda untuk membuat sistem poin pengalaman, kunci, dan lencana yang rumit, dan sebagainya.

KesimpulanGamifikasi membantu pelajar melacak perkembangan mereka sendiri dan juga mendorong respons atau perilaku yang tepat. Gamifikasi membuat siswa lebih berkompetisi.

Pembelajaran Berbasis Permainan vs. Gamifikasi

Baik Anda memilih untuk mengintegrasikan permainan edukasi yang berbeda untuk menjelaskan keterampilan tertentu, atau untuk menggamifikasi seluruh prosedur pembelajaran Anda, hasil akhirnya adalah pengamat pembelajaran yang lebih terlibat dan berhasil. Pembelajaran berbasis permainan dapat mempraktikkan semua jenis permainan yang biasanya dapat diakses untuk mendukung konten kursus.
Jika dilakukan dengan benar, baik pembelajaran berbasis permainan maupun gamifikasi memberikan sejumlah keuntungan. Berikut ini beberapa ide dan panduan untuk menggunakan gamifikasi di kelas Anda –

Untuk mendorong peserta didik–baik yang sebelumnya terputus atau yang sudah unggul

  • Untuk membedakan atau mempersonalisasi pengajaran
  • Gunakan gamifikasi untuk meningkatkan kecerdasan strategis
  • Jika Anda ingin mendukung peserta didik yang stres maupun yang berbakat
  • Gunakan gamifikasi untuk memperjelas pertumbuhan pembelajaran bagi peserta lain, misalnya, orang tua
  • Untuk memajukan potensi model pendidikan yang berlaku seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran campuran, dsb.
  • Gamifikasi juga membantu juga dalam manajemen sumber daya
  • Penggunaan gamifikasi yang paling utama adalah untuk mendorong keterlibatan

Meskipun demikian, gamifikasi bukanlah pendekatan yang tepat untuk semua jenis pengajaran. Gamifikasi paling cocok untuk konten yang dapat diingat atau tidak memerlukan perubahan perilaku yang besar bagi siswa.

Kesimpulan

Memang, keputusan antara pembelajaran berbasis permainan dan gamifikasi perlu didasarkan pada tujuan pengajaran Anda. Ketika Anda menjadi guru dengan kursus pelatihan guru utama, Anda akan dapat memahami apa tujuan pengajaran Anda. Lakukan dengan cara yang benar sehingga Anda dapat mempersiapkan pembelajar futuristik di dunia yang akan datang.